SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Our Awesome Team, SHAVT!
June 19th, 2013 by Anjar Romadhona Hasanah

            Ini kisah kami berlima, berawal dari suatu jam kuliah pengganti Perancangan Jaringan di akhir bulan Mei 2013. Sore itu, kami mengikuti kuliah pengganti yang diampu oleh Bapak N.R. Rosyid. Tidak banyak yang hadir, hanya 14 orang mahasiswa yang mengisi ruang kelas 230, kampus PDTE, SV, UGM kami yang bergaya klasik terasa sepi di Jumat sore itu. Lebih kurang 1,5 jam mendengarkan Pak Rosyid menyampaikan materi kuliah, lebih tepatnya sih menurutku bercerita tentang perancangan jaringan kampus yang diadaptasi dari arsitektur CISCO. Mungkin tidak banyak yang benar-benar memperhatikan apa yang beliau utarakan, terbukti dengan beberapa teman yang asyik ngobrol, main handphone, atau diam tapi pikiran kemana-mana. Yah, seperti itu sih pandanganku akan suasana kelas saat itu. Sedangkan aku, jujur saja aku ngobrol dengan teman sebelahku, Lilik. Kami ngobrol banyak pas kuliah, dari ngomongin teman yang dateng telat sampai diskusi serius tentang materi yang disampaikan. Yah, itu caraku menghilangkan rasa kantuk yang sering melanda. Aku usahakan tanya disetiap mata kuliah semester 4 ini. Rasa ingin tahu, atensi, ide, rasa kecewa jika melewatkan kuliah tanpa tanya, dan perasaan lain tiba-tiba muncul di semester 4 ini. Aku memang sangat minat pada konsentrasi kuliahku ini. Mungkin ini bisa dinamakan excitement.

            Di penghujung kuliah pengganti, Pak Rosyid memberikan tugas pada kami. Ya, beliau memberikan tugas kelompok yang menjadi awal kedekatan kami. Beliau mengambil presensi dan menyebutkan nama-nama yang telah mengisi daftar hadir. Sudah pasti menjadi hal memalukan bagi mereka yang  TA (Titip Absen) karena nama mereka yang bertandatangan namun tak nampak itu juga dipanggil. Dyaarr! Ketahuan..!! Tak perlu dibahaslah kondisi-kondisi absurd macam ini, kita yang mampu berpikir pasti sudah paham. Solidaritas teman sekelas, nandatangani presensi, nyontoni laporan, ngajari garap tugas, lan liyane. Never forget these great memories with Teknik Jaringan class of 2011!

            Oke, setelah pada ketahauan kalau ada yang titip absen pak Rosyid cuma senyum-senyum. Mungkin dalam hatinya beliau merasa miris dengan keadaan kelas kami, dari 24 mahasiswa hanya 14 yang hadir, dan sisanya ada yang titip absen atau tanpa keterangan. Ridicilous! Beliau kemudian menuliskan nama-nama yang hadir, dari 14 orang dibagilah menjadi 3 kelompok tugas perancangan jaringan kampus. Tergabunglah kami berlima dalam satu kelompok, Susi, Hafidz, Tri, Victor, dan Aku. Berlanjutlah tugas itu untuk dipresentasikan pada minggu berikutnya. Aku rasa presentasi kami cukup memuaskan karena sudah menyerempet materi kuliah yang dosen sampaikan. Tapi ternyata masih butuh penyempurnaan. Pada pertemuan kuliah selanjutnya kami baru bisa berdiskusi mendapatkan case tugas penyempurnaan yang baru dengan sebuah fotokopian proposal berbahasa Inggris yang Pak Rosyid bagikan. Cukup berkorban ya beliau, membagikan secara gratis fotokopian proposal setebal kurang lebih 30 halaman pada kelompok yang sudah terbentuk termasuk yang kelompok baru. Salut!

            Sejak proposal itu kami terima, revisi tugas pun dimulai. Entah bagaimana memulainya hanya mengalir saja. Janjian untuk mengerjakan selepas maghrib namun mulai selepas isya. Janji selepas isya tapi mulai jam 8 malam. Begitulah kami sering tunggu-tungguan. Lorong kampus dan mushola Al-Ilmi DTE menjadi saksi perjuangan kami hingga larut malam. Tidak tanggung-tanggung jam 00.00 pun pernah kita lalui bersama dengan tugas yang belum kelar. Bercanda 60%, mengerjakan tugas 35%, dan sisanya 5% diisi dengan menunggu, binggung, dan lapar. Tidak sampai disitu saja, minggu tenang kami harus terkurangi demi menyelesaikan tugas perancangan jaringan. Awal minggu tenang kami masih sempat face to face berdiskusi, namun dipertengahan minggu ada yang harus pulang kampung. Maka diskusi online pun menjadi salah satu inisiatif kami, pemanfaatan teknologi Google Apps, Google Docs kami implementasikan dalam perjuangan kami. Dan ternyata tak kalah menyenangkan berdiskusi via online ini, bedanya kita tidak bisa saling melihat ekspresi dan tawa, hanya bisa tertawa sendiri pada layar komputer masing-masing. Koneksi lambat menjadi kendala kami, hingga sampai dini hari kami mengerjakan bersama. Selepas isya kami janjian, hanya ada Tri, Hafidz, dan Aku di awal perbincangan. Hingga jam 2 dini hari kami sepakat mengakhiri diskusi di saat Victor baru saja datang. Sayang sekali Susi ijin karena koneksi internet tidak mendukung baik di daerahnya jadi keseruan malam itu hanya bisa dinikmati kami berempat.

            Ternyata diskusi online tidak cukup, kami lanjutkan di malam berikutnya untuk finishing tugas. Malam yang rencananya menjadi diskusi terakhir kelompok kami, Hafidz dan Tri tiba-tiba menghilang. Aku dan Susi menunggu di ruang HMTE di lantai atas. Namun mereka tak kunjung datang, setengah jam dari pukul 8 malam mereka baru muncul mengajak kami berdua untuk belajar di mushola saja. Ruang HMTE padahal lebih hangat dari serambi mushola di lantai bawah. Tapi ya sudah lah, kami ‘iya’ kan saja. Seperti yang kusangka kan bahwa mereka membawa roti bakar, snack, dan seliter air mineral botol. Jadilah malam itu sebagai another long night we spent together. Kami berkumpul bersama, berlima dengan tugas yang paginya dikumpul. Mataku hanya terpejam 4 jam hari itu, 6 Juni 2013 yang panjang. Pedih, pedih sekali, dan pusing mulai terasa tapi melihat teman-teman yang antusias mengerjakan tugas dan rela datang berdiskusi membuatku semakin greget untuk tetap semangat. Sepertinya Victor juga baru tiba di Jogja dari Sukabumi. Mungkin inilah yang dinamakan ‘the power of teamwork’.

            Jumat, 7 Juni 2013 tugas yang tadinya akan langsung dikumpul selepas kuliah umum pun tertunda hingga ba’da sholat Jumat. Ada sedikit revisi di sana-sini karena ada yang salah dan kurang lengkap. Kami meluncur ke kostan Victor, revisi logo SHAVT, isi, dan menunggu teman-teman yang laki-laki sholat Jumat. Jam 13.30 baru lah tugas proposal perancangan jaringan dikumpul. Sangat berharap hasilnya mendapat nilai A. Dilihat dari perjuangan kami, nilai A sudah pantas kami terima. Bukan hanya semata mendapat nilai A, kerja kelompok ini juga membuatku mengenal lebih dekat karakter Susi, Tri, Victor, maupun Hafidz yang sejauh ini sangat menyenangkan. Tidak hanya itu loh, kami berencana membuat tim belajar SHAVT. Yah, Hafidz dan Victor mengusulkannya. Setelah kerja praktek janji kami untuk melanjutkan menjadi tim belajar, semoga bukan sekedar wacana saja tapi realisasi. Aamiin.

            Jadi, apa itu SHAVT? Ya, itu identitas yang kami gunakan untuk menamai tim kami berlima. Awalnya iseng sih mencari nama untuk proposal, terbersit deh nama SHAVT yang merupakan akronim dari nama anggota tim kami, yaitu Susi, Hafidz, Anjar, Victor, dan Tri. Secara natural peran tiap anggota sudah terbentuk loh, seperti nih Susi si koordinator broadcast SMS, mulai dari ngajakin ngerjain tugas sampai ngajak kumpul dan memastikan semua dateng. Hafidz si pakar wacana yang idenya melebihi realisasinya, masih belum dapat respon dari calon tempat kerja prakteknya, dan selalu ngajakin diskusi kumpul face to face. Tri yang sering nambahin ide-ideku, penengah, dan selalu siap untuk mengerjakan tugas. Dan Victor yang cuma dateng diskusi 2x tapi begitu dimintai tolong mau ngasih bantuan, dia lah yang kedapatan mendesain logo SHAVT, dan akhirnya kost dia lah yang menjadi tempat diskusi terakhir sebelum proposal tugas perancangan jaringan dikumpulkan. Aku sendiri, entahlah bagianku sepertinya pada pemberian konsep dan penyemangat saja. Begitulah sepenggal cerita tentang kami, SHAVT. Sebuah kerjasama yang menarik dan membanggakan yang kutemukan di masa kuliahku di Diploma Teknik Elektro. Aku bangga bersama kalian, SHAVT! Sekian.[A]


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa